Tampilkan postingan dengan label Pemain Abroad. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pemain Abroad. Tampilkan semua postingan

Di Hadapan Thom Haye, Ole Romeny Bandingkan Fasilitas Sepak Bola Indonesia dan Eropa


Di Hadapan Thom Haye, Ole Romeny Bandingkan Fasilitas Sepak Bola Indonesia dan Eropa: Mereka Tidak… 😱

Kehadiran pemain seperti Ole Romeny membawa warna baru dalam skuad Timnas Indonesia. 

Tak hanya soal kemampuan teknik dan pengalamannya di kompetisi Eropa, pemain berdarah Belanda ini juga membawa pesan mendalam terhadap kondisi persepakbolaan Indonesia.

pemain yang pernah memperkuat NEC Nijmegen ini membagikan pandangannya yang menyentuh tentang kesenjangan fasilitas antara Eropa dan Indonesia.

Saya sangat suka menginspirasi anak-anak dan menjadi contoh bagi mereka. Sedikit memberi mereka beberapa contoh karena tidak semua memiliki fasilitas seperti yang kita miliki, seperti di Belanda atau Inggris dan Eropa,” ujar Romeny.

Menurutnya, ada banyak sekali bakat tersembunyi di Indonesia, tetapi sayangnya mereka tidak selalu memiliki sarana atau akses yang memadai untuk menunjukkannya kepada dunia. “Sepertinya ada begitu banyak bakat di sana tapi mereka tidak selalu bisa menunjukkannya, dan itulah yang saya suka,” 

Sungguh menginspirasi melihat anak-anak bermain sepak bola dan mereka bersenang-senang," ungkapnya.

Hal itu membuat dirinya yakin bahwa dengan sistem yang lebih baik, Indonesia bisa menciptakan generasi emas sepak bola di masa depan. Kini, publik menanti aksi nyata Ole Romeny di lapangan hijau, sambil berharap semangat dan empatinya terhadap sepak bola akar rumput bisa menjadi inspirasi bagi federasi, pelatih, hingga masyarakat luas untuk memperbaiki sistem sepak bola Indonesia dari dasar

Karena bagi Thom Haye, sepak bola bukan hanya soal kemenangan

🚨🇮🇩 Dulu, Thom Haye berdiri di panggung tertinggi sepak bola Eropa, mengenakan seragam kebanggaan Oranje. Dua kali ia mengangkat trofi Piala Eropa bersama Timnas Belanda, merasakan kemegahan, kejayaan, dan cinta dari jutaan pendukungnya. Ia hidup dalam kenyamanan, bermain di liga salah satu yang terbaik di Eropa, dan menikmati segala yang diimpikan oleh seorang pesepak bola.

Namun di tengah semua kemegahan itu, ada sesuatu yang terus berbisik di hatinya. Sebuah panggilan dari tanah yang bahkan bukan tempat ia dilahirkan, tetapi entah mengapa terasa begitu dekat di jiwanya.

Lalu, ia membuat keputusan yang tak banyak orang pahami. Ia meninggalkan semuanya: kejayaan, kenyamanan, dan masa depan yang seharusnya lebih mudah. Ia memilih perjalanan yang lebih sulit, lebih berliku. Ia memilih Indonesia, tanah yang bahkan bukan tempat kelahirannya, tetapi entah bagaimana, selalu memanggilnya untuk pulang.

Kini, ia berdiri di stadion yang berbeda, dengan bendera merah putih berkibar di sekelilingnya. Tak ada kemewahan seperti di Eropa, tak ada trofi seprestisius yang pernah ia raih. Tapi di sini, di antara jutaan suporter yang meneriakkan namanya, ia menemukan sesuatu yang lebih besar dari sekadar kemenangan, ia menemukan rumah.

Ia tahu, perjalanan ini tak akan mudah. Ia mungkin tak lagi dikelilingi oleh bintang-bintang besar atau bermain di panggung sebesar dulu. Tapi di matanya, tak ada penyesalan. Hanya ada kebanggaan, harapan, dan keyakinan bahwa ini adalah jalan yang benar.

Karena bagi Thom Haye, sepak bola bukan hanya soal kemenangan. Ini tentang jati diri, tentang hati, tentang rumah yang selama ini selalu menunggunya untuk kembali.

#GarudaMendunia

°°°
#KitaGaruda🦅
#SemangatMenolakMenyerah
#TimnasIndonesia🇮🇩
#JanganGangguTimnasKami

Cuitan Meels Hilgers di Sosmed


Cuitan Meels Hilgers di Sosmed:
Kami sekeluarga sangat cinta Indonesia, tetapi banyak yang membenciku💔 aku rela melepas paspor Belanda demi membela timnas🇮🇩😊

Venezia FC memagari Jay Idzes dengan harga 20 juta euro (Rp 337 miliar) saat Juventus dikabarkan mendekati bek tengah 24 tahun milik Timnas Indonesia itu.

Venezia FC memagari Jay Idzes dengan harga 20 juta euro (Rp 337 miliar) saat Juventus dikabarkan mendekati bek tengah 24 tahun milik Timnas Indonesia itu.

Cara Venezia FC jelas membuat Jay Idzes nampak berkelas. Kapten Timnas Indonesia itu diketahui punya harga pasar hanya 3 juta euro (Rp 50 miliar).

Permintaan Venezia FC terhadap Juventus membuat Jay Idzes naik kelas dan pantas dianggap sebagai bek tengah muda potensial.

Meski demikian, hal itu turut berdampak buruk bagi Idzes yang kehilangan kesempatan untuk hengkang ke tim raksasa Liga Italia tersebut.

Jurnalis Italia Antonello Angelini pada Sabtu (1/2/2025) menyebut Venezia FC tak mau menegosiasikan harga pasar Jay Idzes kepada Juventus.

"Juventus telah meminta Venezia untuk Idzes, tetapi permintaannya adalah €20 juta, tak dapat dinegosiasikan," tulisnya.

Hal itu membuat Si Nyonya Tua terlihat mundur teratur. Jelang penutupan bursa transfer musim dingin, mereka memilih untuk mendatangkan bek Newcastle United, Lloyd Kelly dengan harga 14,5 juta euro.

Juventus tengah memperkuat skuad setelah sepanjang paruh pertama musim tidak konsisten dan untuk sementara berada di posisi kelima Serie A dengan 40 poin, tertinggal jauh dari Napoli (54 poin) dan hanya dua poin di belakang Lazio.

Jay Idzes pun dianggap sebagai bek potensial untuk memperkuat pertahanan Bianconeri meski timnya, Venezia terseok-seok di papan bawah Serie A.

Jay Idzes menjadi andalan Venezia FC, tampil 21 kali musim ini dengan 1868 menit bermain dan mencetak satu gol.

Ia juga dipercaya menjadi kapten saat melawan Udinese pada pekan ke-23 Serie A, meski Venezia kalah 2-3.

Gol Venezia dicetak oleh Nicolussi Caviglia (64') dan Gytkjaer (78').

Kekalahan ini membuat Venezia tetap terperosok di zona degradasi, peringkat ke-19 dengan 16 poin.

Angin segar datang dari Justin Hubner bersama Wolverhampton U-21

Angin segar datang dari Justin Hubner bersama Wolverhampton U-21. Sebab, setelah pulih dari cedera dan periode penyesuaian, pemain Timnas Indonesia itu mulai rutin mendapat menit bermain bersama Wolves U-21.

Justin Hubner sempat mengalami cedera di bagian kepala. Mulai bangkit di akhir tahun. pada 14 Desember, Hubner dimainkan pada duel lawan Aston Villa. Dia bermain penuh dan membantu Wolves U-21 menang dengan skor 4-0 di markas Aston Villa.

Bukan hanya itu, beberapa waktu lalu, Hubner juga mendapat panggilan dari pelatih Vitor Pereira untuk berlatih bersama tim utama Wolves. Bahkan Hubner juga memberikan kode akan promosi ke tim utama dengan menerangkan semuanya hanya butuh waktu.

📝 "Ini hanya masalah waktu", ucap Justin Hubner dari unggahan Instagramnya.

Debut Sandy Walsh bersama klub Jepang, Yokohama F Marinos! Ia bermain sebagai starter di laga fase grup AFC Champions League Elite lawan klub China, Shanghai Port

Debut Sandy Walsh bersama klub Jepang, Yokohama F Marinos! Ia bermain sebagai starter di laga fase grup AFC Champions League Elite lawan klub China, Shanghai Port

MARCENG & NATHAN BERMAIN DENGAN U21 KLUB MEREKA! 🧒🇮🇩🏴󠁧󠁢󠁥󠁮󠁧󠁿

MARCENG & NATHAN BERMAIN DENGAN U21 KLUB MEREKA! 🧒🇮🇩🏴󠁧󠁢󠁥󠁮󠁧󠁿

Midfielder muda Timnas Indonesia, @marselinoferdinan10 menjadi starter dan bermain hingga menit 90 saat Klubnya, Oxford U21 berhasil menaklukkan Northampton Town U21 dengan skor tipis 0-1.

Sementara itu, Wing Back Timnas Indonesia yang sudah lama tidak merumput bersama dengan klubnya, yakni @nathantjoeaon menjadi starter dan bermain full 90 menit, saat Swansea U21 takluk atas QPR U21 dengan skor telak 0-5.

SEMANGAT SELALUUUU MAS MARCENG & MAS NATHAN!!! 🙌

Ryan van de Pavert (19/RB) menandatangani kontrak professional pertamanya bersama Ajax Amsterdam

🚨𝐎𝐅𝐅𝐈𝐂𝐈𝐀𝐋: Ryan van de Pavert (19/RB) menandatangani kontrak professional pertamanya bersama Ajax Amsterdam. 

Pemain berdarah Medan-Yogyakarta-Surabaya ini dikontrak oleh Ajax selama 4 tahun, hingga 30 Juni 2029 ✍️

🌟Fakta menariknya, Ryan memiliki darah keturunan Indonesia dari sisi Ayah dan juga Ibunya. 

Ketika kami interview bulan Mei tahun lalu, ia menyatakan bangga dengan akar Indonesianya, dan bersedia untuk membela Timnas apabila diberikan kesempatan oleh PSSI.

📸 @afcajax & @ryanvdp._

Entri Populer